Temui Mahfud, AHY Sebut Upaya Pencaplokan Kepemimpinan dari Eksternal

  • Whatsapp
Dok. AHY saat mengunjungi Menkopolhukam Mahfud MD, Senin (8/3/21) malam. (Foto; Instagram @agusyudhoyono)

Jakarta – Usai dari kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) langsung bertolak ke Kantor Menkopolhukam Senin (8/3/21) malam. AHY bersama rombongan kali ini berniat bertemu dengan Mahfud MD.

“Saya dan jajaran pimpinan DPP @pdemokrat diterima oleh Menko Polhukam @mohmahfudmd di kantor beliau, hari ini Senin (8/3),” terang AHY dikutip dari instagramnya @agusyudhoyono

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, AHY menceritakan kronologi KLB illegal di Deli Serdang pada Jum’at (5/3/21) lalu kenapa bisa illegal dan inkonstitusional.

Disamping itu, AHY juga membawa bukti-bukti hokum dan dukungan utuh dari 34 Ketua DPP serta 514 Ketua DPC se Indonesia kepada Mahfud MD.

“Saya tegaskan bahwa yang terjadi bukanlah perpecahan atau konflik internal, karena internal kami kompak dan setia pada hasil Kongres V PD 15 Maret 2020 yang sudah disahkan Pemerintah, dalam hal ini KemenkumHAM,” ujar eks Mayor TNI tersebut.

Lanjut AHY, Ia meyakinkan Mahfud bahwa ada upaya pihak eksternal yang mencoba mengambil kepemimpinan partai yang sama sekali bukan bagian dari partai.

“Yang terjadi adalah upaya pencaplokan kepemimpinan oleh kekuatan eksternal, yang tengah berada di kekuasaan & jelas-jelas bukan bagian dari Partai Demokrat,” tegasnya.

Kemudian Mahfud memastikan bahwa Pemerintah akan menggunakan UU Partai Politik dan AD/ART Partai Demokrat yang sah, yaitu hasil Kongres ke V Partai Demokrat 15 Maret 2020 sebagai dasar pijakan pengambilan keputusan.

“Alhamdulillah Menko Polhukam menerima penjelasan kami dengan baik,” terang AHY.

AHY percaya Pemerintah punya komitmen dan itikad baik untuk menjaga kedaulatan partai politik sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia.

“Kami yakin Pemerintah tidak ingin memelihara ketidakpastian hokum dan instabilitas politik, apalagi di tengah krisis ganda terkait pandemic COVID-19 dan tekanan ekonomi saat ini,” lanjut AHY.

“Kami berharap tragedi pencaplokan kepemimpinan PD ini bisa segera usai, agar kami bisa melakukan kerja-kerja politik membantu masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.