Akankah Khofifah, Risma dan Emil Bertarung di Pilkada Jatim 2023

  • Whatsapp
ilustrasi

SURABAYA – Pukad Jember baru-baru ini memaparkan hasil survei nama-nama yang berpontensi maju dalam Pilkada Jatim 2023 menurut Surabaya Survey Centre (SSC).

Di antaranya adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Ketiga nama tersebut menjadi nama teratas hasil survei baik survey top mind maupun elektabilitas.

Bacaan Lainnya

Analisis yang ditulis di akun Facebook dengan berjudul “Apakah Khofifah Bertemu Risma di Pilkada Jatim 2023?” itu juga membeberkan data bahwa PKB akan menargetkan 30 kursi di tahun 2024.

Seperti yang diketahui, PKB di Pemilu 2019 berhasil duduki peringkat kedua dengan perolehan 25 kursi setelah partai PDIP dengan perolehan 27 kursi.

“PKB di pemilu 2019 kemarin 25, targetkan minimal 30 kursi 2024 bisa jadi realistis untuk Jatim,” tulis Akun Kantor Pukad Jember pada Selasa (11/05/2021) lalu.

Dalam hal ini, PKB memiliki kader yang potensial antara lain Yusuf Irsad Bupati Pasuruan yang telah dua periode. Thoriqul Haq Bupati Lumajang, Baddrut Tamam Bupati Pamekasan, Ana Muawanah Bupati Bojonegoro.

Tidak hanya itu, masih banyak kader lain yang potensial yang saat ini berada di DPR RI dari Jatim dan DPRD Jatim yang bisa dijadikan sebagai calon gubernur Jatim di kancah pilkada Jatim 2023.

Disisi lain hingar bingar pemilu 2019 di Jawa timur PDIP juga bekerja keras dan hasilnya, kursi terbanyak diraih PDIP dengan 27 kursi, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 25 kursi, Partai Gerindra 15 kursi, Partai Demokrat 14 kursi, dan Partai Golkar 13 kursi.

Berikutnya, Partai NasDem sembilan kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) enam kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lima kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) empat kursi, serta masing-masing satu kursi untuk Partai Hanura dan Partai Bulan Bintang (PBB).

“Dari hasil perolehan kursi tersebut sangat dimungkinkan PDIP mempunyai kans untuk mengusung calon gubernur sendiri. Rupanya nama Risma bisa jadi akan di minta PDIP untuk come back ke Jatim menghadapi Khofifah, meskipun partai pendukung dari keduanya masih belum jelas endorse,” jelasnya.

Kemudian, peluang Emil dardak, tentu saja masih terbuka lebar terutama untuk pemilih milenial dan pemula nama Emil dianggap bisa mewakili golongan muda.

Analisis ini berdasarkan pantauan kondisi politik dan tentunya bersifat sementara. Namun, Pilkada Jawa Timur sudah semakin dekat, momentum ini juga akan menjadi ukuran kerja-kerja politik partai-partai terutama di Jatim dalam mempersiapkan pemilu 2024.

Pos terkait