Ketua MPR RI Desak PBB Tindak Tegas Kekerasan Israel di Palestina

  • Whatsapp
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo desak PBB tindak tegas Israel pasca insiden kekerasan terhadap warga Palestina beberapa waktu lalu. (Foto: golkarpedia)

NASIONAL, JATIMSATU.ID – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menekankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus segera bertindak tegas atas kekerasan Israel terhadap warga Palestina beberapa waktu lalu.

Hal tersebut menurut Bamsoet bertujuan agar eskalasi pertempuran yang terjadi sejak 10 Mei 2021 lalu, tidak berkembang menjadi perang terbuka yang bisa mengganggu stabilitas dunia.

Bacaan Lainnya

“Mengingat saat ini dunia sedang dihadapi pandemi Covid-19 yang menuntut solidaritas global, PBB harus segera bertindak agar tindakan kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestina tidak berlanjut,” kata Bamsoet, Minggu (16/05/2021).

“Israel juga harus menghentikan pembangunan permukiman baru Yahudi di Yerusalem Timur, yang memang ilegal menurut hukum internasional. Baik Militer Israel dan Hamas (Palestina) harus menahan diri untuk segera menghentikan serangan udara agar tidak menambah korban jiwa lebih besar lagi,” imbuhnya.

Ia menilai rencana Israel menggusur pemukiman warga Palestina di Sheikh Jarah sebagai upaya pengambilalihan paksa tanah Palestina yang melanggar hukum internasional.

Sebab batas geografis Israel dan Palestina sudah ditetapkan pada 1967, maka seharusnya kedua belah pihak wajib menaatinya.

“Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, sekaligus sahabat baik bangsa Palestina sejak puluhan tahun silam, Indonesia memiliki kepentingan untuk menjaga kedaulatan dan kedamaian di tanah Palestina. PBB harus membuktikan diri sebagai penjaga perdamaian dunia dengan segera menghentikan ketegangan tersebut, sekaligus memberi sanksi kepada Israel. Jangan sampai ada kesan PBB membiarkan kekerasan yang terjadi di Palestina,” terang Bamsoet.

Politikus Partai Golkar itu juga mengutuk keras tindakan kekerasan atas kejadian itu.

Kekerasan yang terjadi usai diputuskannya penggusuran bagi enam warga Palestina dari pemukiman di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur oleh Pengadilan Tinggi Israel.

“Dunia harus mengutuk kekerasan aparat keamanan Israel terhadap penduduk sipil Palestina,” katanya.

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, hingga 14 Mei 2021, sekitar 119 orang Palestina tewas, 31 diantaranya adalah anak-anak dan 19 perempuan, akibat hujan roket yang terjadi di Jalur Gaza, perbatasan Palestina dengan Israel.

“Tidak hanya meluluhlantakan gedung, rumah, dan berbagai fasilitas publik Palestina, serangan roket Israel bahkan menghancurkan gedung tempat para jurnalis Associated Press (AP) bekerja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.