Tim PKM RE Teknik Kimia UNEJ Sukses Melakukan Riset Magnetic Aerogel Sebagai Solusi Peristiwa Tumpahan Minyak di Laut

  • Whatsapp
Tim PKM Riset Esakta Teknik Kimia Universitas Jember sukses dapatkan pendanaan penuh dari riset Magnetic Aerogel. (Foto: Ss/jatimsatu.id)
Tim PKM Riset Esakta Teknik Kimia Universitas Jember sukses dapatkan pendanaan penuh dari riset Magnetic Aerogel. (Foto: Ss/jatimsatu.id)

JEMBER, JATIMSATU.ID – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta (RE), Teknik Kimia, Universitas Jember (UNEJ) yang diketuai oleh Siska Nuri Fadilah bersama kedua anggotanya yaitu I Made Arimbawa dan Sofiatul Hasanah berhasil membuat Magnetic Aerogel yang berbahan dasar batang rami atau Boehmeria nivea L.

Ketiganya merupakan Mahasiswa Universitas Jember dari jurusan teknik kimia dan kimia. Mereka didampingi oleh Dr. M. Maktum Muharja Al Fajri, S.T. selaku Dosen Teknik Kimia UNEJ.

“Aerogel ini berhasil dibuat karena tim berhasil lolos pendanaan PKM 2021 dalam bidang Riset Eksakta,” terang Siska saat diwawancarai jatimsatu.id, Senin (30/8/21).

PKM merupakan program unggulan dari Kemendikbudristek yang mempertemukan gagasan-gagasan kreatif dan inovatif dari mahasiswa di seluruh Indonesia.

Pada tahun ini jumlah proposal yang didanai yaitu sebanyak 4.522 proposal, dimana satu diantaranya merupakan proposal dari tim mereka.

“Tim kami menggunakan judul proposal yaitu “Karakteristik Fe3O4/CL Aerogel dari Batang Rami (Boehmeria nivea) sebagai Superabsorben Campuran Minyak-Air Laut”.Puji syukur, kami semua mendapatkan pendanaan maksimal,” tuturnya.

Tim kemudian melakukan penelitian selama kurang lebih 4 bulan yang meliputi studi literatur, pengambilan bahan baku, sintesis aerogel, dan karakterisasi aerogel.

“Ide PKM ini diawali dengan keresahan tim terhadap peristiwa tumpahan minyak yang terjadi di Mauritius tahun 2020 lalu,” katanya.

Setelah dipelajari lebih lanjut ternyata tim mendapatkan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya sekali terjadi, hampir setiap tahunnya terjadi dan setidaknya tiga peristiwa tumpahan minyak pernah terjadi di Indonesia yaitu peristiwa di Balikpapan tahun 2018.

“Di Pantai Karawang tahun 2019 dan peristiwa Montara tahun 2009 silam,” paparnya.

Hal tersebut menyebabkan tim ini tertarik untuk meneliti tentang aerogel sebagai absorben minyak yang erat kaitannya dengan peristiwa tumpahan minyak tersebut.

“Apalagi batang rami juga belum pernah diteliti sebelumnya untuk dijadikan aerogel sehingga tim ini semakin tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui potensi dari batang rami. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadikan alternatif baru dalam menyelesaikan permasalahan oil spill, dan bahan absorben minyak yang ramah lingkungan serta bisa digunakan ulang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.