PMII Komisariat Wahid Hasyim Cabang Bondowoso Gelar SIG Perdana

  • Whatsapp

Jatim Satu, Bondowoso – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Komisariat Wahid Hasyim Politeknik Negeri Jember (Polije) Kampus II Bondowoso melaksanakan Sekolah Islam Gender (SIG) Ke-1 di Graha PMII Bondowoso, Jum’at (26/02/2021).

Kegiatan yang mengusung tema “Saling Junjung Marwah Antar Gender” itu, dihadiri oleh ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), Daris Wibisono, S.S, M.Pd. D.PEd., sekretaris PC PMII Bondowoso, M. Daimul Ichsan; dan Ketua KOPRI PC PMII Bondowoso, Niatul Khairoh.

Muhammad Fathorrosi, Mewakili ketua Komisariat PMII Wahid Hasyim menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan SIG ini dimaksudkan untuk mencetak kader PMII Puteri berkualitas.

“SIG adalah Jenjang Kaderisasi Formal pertama di Kopri untuk mencetak dan menyiapkan kader PMII Puteri yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara, M. Daimul Ichsan, Sekretaris PC PMII Bondowoso mewakili umum juga menyampaikan SIG ini adalah upaya untuk memberikan motivasi sekaligus edukasi kepada setiap kader puteri bahwa kesetaraan gender adalah cita-cita bersama untuk diperjuangkan.

“SIG ini adalah salah satu upaya merealisasikan Konsep Kesetaraan Gender antara laki-laki dan perempuan,” ucapnya.

“Sebagaimana tertuang dalam UU No 1 Tahun 2017 Tentang Kesetaraan Gender, antara laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk berpendidikan, ketenagakerjaan, politik, hukum, pemerintahan dan lain lain, itu artinya, negara juga hadir untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender antara laki-laki dan perempuan,” lanjutnya.

Kemudian, Ketua Mabinkom PMII Wahid Hasyim, Daris Wibisono berpesan kepada segenap peserta dan pengurus yang hadir untuk senantiasa membekali dan mengkualitasi diri dengan bekal kompetensi yang akan dibutuhkan pada 10-20 tahun mendatang.

“Kader PMII Harus cerdas dan pintar, kedepan tantangan setiap kader PMII adalah bagaimana mampu menguasai skill di era digital, PMII harus mampu bertarung dan mengisi ruang strategis,” tururnya.

“Oleh karena itu, lanjutnya, Kaderisasi Formal Seperti SIG ini, harus ada Follow Up atau tindak lanjut untuk mengasah potensi yang dimiliki setiap kader pasca ini,” pungkasnya.

Pos terkait