Mahasiswa UNEJ Ciptakan Bed Care Aromaterapi Lemon Balm Guna Mengatasi Masalah Psikologis Bagi Korban Bencana

  • Whatsapp
Mahasiswa Universitas Jember cipatakan bad care untuk menangani masalah psikologi korban bencana alam. (Foto: Ily/jatimsatu.id)
Mahasiswa Universitas Jember cipatakan bad care untuk menangani masalah psikologi korban bencana alam. (Foto: Ily/jatimsatu.id)

JEMBER, JATIMSATU.ID – Empat mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKEP) Universitas Jember (UNEJ) membuat inovasi karya berupa bed care aromatherapy lemon balm / tempat tidur dengan aromaterapi gel dari tumbuhan lemon balm (Mellisa Officinalis).

Inovasi ini berfungsi untuk mengatasi masalah psikologis terutama bagi korban bencana.

Bacaan Lainnya

Keempat mahasiswa tersebut adalah Ilany Nandia Chandra angkatan 2018, Fandi Ahmad Kurniawan Setia Budi angkatan 2020, Aqidatun Ayu Wulandari angkatan 2019, dan Prasasti Puspita Avcafebriliani angkatan 2018 dibimbing oleh Dosen Ns. Kholid Rosyidi Muhammad Nur., MNS.

Inovasi tempat tidur aromaterapi lemon balm tersebut dilatar belakangi dari melihat bencana alam maupun non alam di negara Indonesia yang semakin meningkat dan sering terjadi sehingga menimbulkan korban bencana yang tentu memiliki trauma helling yang cukup tinggi.

Berbagai masalah psikologis mereka hadapi seperti kecemasan, depresi, kehilangan keluarga, stress, sulit tidur, trauma, dan masalah psikologis lainnya.

“Oleh karena itu, kami memberikan solusi dan inovasi melalui program kreativitas Mahasiswa karsa Cipta (PKM-KC) 2021 yang telah didanai oleh DIKTI untuk menciptakan bed care aromatherapy lemon balm,” terang Ilany Ketua PKM-KC saat diwawancara jatimsatu.id, Sabtu (28/8/21).

Tumbuhan lemon balm (Mellisa officinalis) memiliki kandungan senyawa berupa asam rosmarinic yang berfungsi untuk mengatasi berbagai gangguan psikologis.

“Hadirnya bed care aromatherapy lemon balm ini diharapkan dapat membantu para korban bencana dalam segi psikologis yang mereka hadapi pasca bencana. Kami membuat inovasi ini dengan tujuan untuk memanusiakan manusia, memahami, dan menumbuhkan rasa empati kepada sesama, serta saling mendukung dari keterpurukan selama bencana,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.