Mahasiswa KKN UM Jember Bantu Masyakarat Terkena PHK dan Pemuda Untuk Produksi Tempe

  • Whatsapp
Mahasiswa Kelompok 34 KKN UM Jember. (Foto: Dms/jatimsatu.id)
Mahasiswa Kelompok 34 KKN UM Jember. (Foto: Dms/jatimsatu.id)

JEMBER, JATIMSATU.ID – Badai pandemi COVID-19 telah menyisir seluruh sendi kehidupan masyarakat dunia.

Akibatnya tak sedikit, hampir seluruh Negara merasakannya. Imbas utamanya pada sektor kesehatan dan perekonomian.

Kondisi sedemikian membuat seluruh instansi pemerintah maupun swasta di Indonesia dipaksa bekerja dari rumah.

Selain itu, banyak pekerja yang harus di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan. Akibatnya mereka kehilangan pekerjaan.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Jember melalu Kelompok 34 Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di wilayah Dusun Sumber Bringin, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur berinisiatif membantu masyarakat setempat khususnya bagi mereka yang telah di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya dengan membukakan lapangan kerja baru.

Menurut Ketua Kelompok 34 KKN UM Jember, M. Imam Saiful Badri, hal ini guna untuk membantu perekonomian masyarakat setempat.

“Kita lakukan pemberdayaan dalam produksi tempe untuk masyarakat yang membutuhkan pekerjaan sebagai langkah kongkrit mengatasi masalah dilapangan saat ini,” tutur mahasiswa Fakultas Teknik saat diwawamcarai jatimsatu.id, Sabtu (28/8/21).

Selain itu, Badri sapaannya, bersama teman-teman sekelompoknya itu juga turut membatu memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial sebagai alternatif untuk berdagang.

“Kita bantu juga di wilayah pemasarannya dengan memanfaatkan teknologi internet saat ini,” paparnya.

Badri juga menuturkan, bahwa masyarakat harus bisa membuka lapangannya pekerjaan sendiri dengan segala potensi yang dimiliki.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pekerja yang sudah di PHK harus menciptakan lapangan kerja sendri, baik itu usaha mandiri di rumah atau UMKM. Kita pantik mereka,” lanjutnya.

Inisiatif mahasiswa KKN kelompok 34 UM Jember ini selain mengarah ke masyarakat yang ter PHK oleh perusahaan, juga memprioritaskan kalangan pemuda.

“Kami dibantu bapak RT setempat untuk juga mengajarkan kepada para pemuda disini dalam memproduksi tempe dan memasarkannya. Alhamdulillah mereka sangat antusias,” terangnya.

Badri menerangkan untuk saat ini kendala yang dihadapi oleh kelompok mereka adalah ada pada alat produksi dan jaringan pemasaran.

“Dari kami, kami mencoba untuk memfasilitasi dengan bantuan teman-teman anggota kelompok yang kebetulan dari Fakultas Teknik Mesin untuk membantu membuatkan alat pemecah kedelai dengan setelan di bagian rool penggilas yang bisa di sesuaikan deangan ukuran kedelai,” tandasnya.

Alat ini harapkan dapat membantu meningkatkan produksi tempe yang semula 15 kg bisa di tingkatkan menjadi 30-50 kg per hari.

“Untuk pemasaran sendiri, awalnya di pasarkan di wilayah sekitar, kami bantu pemasaran melalui sosial media dan kami ajarkan juga caranya agar supaya bisa mencakup wilayah luar hingga permintaan pasar semakin banyak dan berkembang, dan juga bisa antar sampai tempat pemesan dengan efisien untuk menghindari kerumunan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.