Kampus INAIFAS Kencong bersama Baznas Jember Kolaborasikan Program SDGs dalam Praktik Kerja Lapang

  • Whatsapp

Jatim Satu, Jember – Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong Jember menggelar penarikan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kampung Sustainable Development Goals (SDGs) binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember pada Kamis (18/02/21) lalu.

Kegiatan penarikan mahasiswa PKL INAIFAS Kencong Jember tersebut di hadiri oleh Ketua Baznas Jember; KH. Misbahus Salam, M.Pd.I., Sekretaris Baznas Jember; Dr. Fauzan Adhim, M.Pd.I, Kaprodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INAIFAS Kencong Jember; Uliyatul Mu’awwanah, M.E.I., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL); M. Syarofi, M.E., Mahasiswa PKL, beberapa Mahasiswa UINKHAS Jember dan IAI Al-Qodiri Jember, serta sejumlah pengurus Baznas Kabupaten Jember.

Uliyatul Muawwanah, M.E.I., selaku Kaprodi Ekonomi Sayariah, menjelaskan kepada jatimsatu.id saat diwawancarai, bahwa pihaknya sebelumnya telah bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Jember dalam aspek Pengabdian Masyarakat.

Mencakup Keseluruhan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan dan Pengajaran, Pengabdian kepada Masyarakat serta Penelitian dan Pengembangan yang biasanya disebut sebagai konsep link and match.

Karena selain melakukan PKL, mahasiswa PKL diharapkan menemukan sebuah ide atau isu menarik dari disiplin ilmu ekonomi Syariah yang selama ini di pelajari dalam bangku kuliah untuk dikembangkan ke dalam sebuah penelitian tugas akhir.

“Kegiatan PKL ini adalah salah satu bentuk hasil dari kerjasama antara Prodi Ekonomi Syariah INAIFAS Kencong Jember dengan Baznas Kabupaten Jember dalam pengejawantahan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya

Dalam prosesnya mahasiswa PKL tidak hanya diajarkan tentang bagaimana mekanisme pengelolaan zakat berdasarkan syariat Islam, namun mereka juga diajarkan tentang bagaimana mengelola zakat agar dapat membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

program utama kampung SDGs yakni memberdayakan kepada mereka delapan (8) golongan penerima zakat dengan melakukan pendampingan pembuatan produk home industry.

“Kami mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang kami pikirkan sebelumnya, terutama yang dirasakan oleh mahasiswa kami, mereka tidak hanya diajarkan tentang bagaimana mekanisme mengelola zakat yang benar sesuai syariat, melainkan jauh lebih luas, mereka juga mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang pengelolaan zakat yang lebih luas dari berbagai aspek pembangunan hidup utamanya pembangunan SDM, yaitu saling bahu membahu antar satu sama lain,” terangnya

Selain itu, menurutnya bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Jember adalah pilihan yang tepat dalam menyelenggarakan kegiatan PKL ini, karena salah satu tujuan PKL Prodi Ekonomi Syariah berbanding lurus dengan program Baznas Kabupaten Jember.

“Baznas sendiri menjadi salah satu lembaga keuangan non bank yang bergerak di bidang Sosial, terlebih dalam urusan pembangunan berkelanjutan yang termaktub dalam Sustainable Development Goals (SDGs), dimana penghapusan kemiskinan menjadi salah satu fokus utama program ini, serta merupakan salah satu konsep link and match dalam Prodi Ekonomi Syariah INAIFAS Kencong Jember,” imbuhnya

Kontribusi yang diberikan oleh Kampus INAIFAS Kencong terhadap program SDGs Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Baznas Kabupaten Jember ini, dengan menerjunkan mahasiswanya dalam program PKL ke program SDGs tersebut, merupakan amanah dan tujuan Negara Indonesia dalam mencapai percepatan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2015 yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030 mendatang.

“Besar harapan kami semoga kerjasama ini menjadi cikal bakal persaudaraan dan partner kerja yang kuat dalam perjuangan dakwah Membumikan Ekonomi Syariah, senantiasa konsisten dalam memberikan edukasi kepada masyarakat yang secara inklusif bahwa dimensi ekonomi Islam sangatlah luas, serta harapan besarnya juga dapat membantu Negara dalam mewujudkan cita-cita SDGs pada 2030 mendatang,” terangnya

Selain itu, dirinya menegaskan bahwa konsep dalam ekonomi syariah yang penting untuk dipahami adalah bahwa Indikator Kesejahteraan yakni Pertumbuhan, Pemerataan, dan Pemenuhan Kebutuhan Hidup harus sejalan dengan Tingkat Spiritualitas. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan maka semakin tinggi pula tingkat spiritualitasnya

“Industri keuangan syariah tidak terpaku pada sektor perbankan. Tapi juga beragam kelembagaan non bank. Konsep pemenuhan kebutuhan hidup serta kesejahteraan harus berbanding lurus dengan tingkat spiritual,” pungkasnya (Gan/Red)

Pos terkait