Kasus Pembunuhan Brigadir J Memasuki Babak Akhir, Sekretaris Umum HMI Jatim Beri Komentar

Dok. Jatimsatu

Jatimsatu.id – Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hal itu disampaikan saat Konferensi Pers yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo. Pada, Selasa, (09/08/22).

Ferdy Sambo dikenakan Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Bacaan Lainnya

“Penyidik menerapkan Pasal 340 jo Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dalam keterangan resmi Mabes Polri, Selasa (9/8).

Selain hukuman pidana, Polri juga menetapkan penempatan khusus bagi Sambo. Ia juga telah dipindahkan dari jabatan sebagai Kepala Divisi Propam Polri.

Yusfan Firdaus, Sekretaris Umum Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur (Jatim) menanggapi tentang kasus yang sedang hangat di tubuh Polri ini.

Dia mendukung Polri secara penuh untuk berkomitmen segera menyelesaikan dan memberikan hukuman sesuai peraturan yang ada, dan menolak segala bentuk pengajuan Pra-Peradilan yang akan dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo.

“Alhamdulillah, melalui proses yang lumayan panjang, akhirnya Kasus Pembunuhan Brigadir J segera menemui titik terang,” ucapnya.

Yusfan menambahkan, jika ini merupakan angin segar bagi Masyarakat Indonesia, bahwa keadilan di Negeri ini sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Namun satu hal yang perlu diingat dan dicatat bahwa Polri dan seluruh APH (Aparat Penegak Hukum) yang lain harus berkomitmen menolak apabila ada pengajuan Pra-Peradilan oleh Irjen Ferdy Sambo. Apabila hal itu terjadi, maka dapat dipastikan itu akan melukai hati masyarakat Indonesia secara umum terkhusus keluarga besar Brigadir J,” tandasnya.

Aktivis HMI Jawa Timur ini juga berharap kepada seluruh Masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berdo’a atas peristiwa yang telah terjadi.

“Semoga Indonesia semakin aman, kondusif serta APH (Aparat Penegak Hukum) untuk tetap konsisten menegakkan keadilan dan mendukung secara penuh proses hukum yang harus dijalani oleh Irjen Ferdy selaku tersangka kasus Pembunuhan Brigadir J,” harapnya.

Aktivis HMI Jawa Timur ini juga mengatakan, kalau kasus pembunuhan Brigadir J sudah memasuki babak akhir. “Mari kita kawal bersama-sama dengan rasa kemanusiaan hingga selesai dan semoga Polri tetap terjaga marwahnya sebagai Aparat Penegak Hukum di Indonesia,” serunya.

Pos terkait