Perkuat Ideologisasi, PMII INAIFAS Jember Gelar Pesantren Aswaja

  • Whatsapp
Opening Pesantren Aswaja PMII INAIFAS Jember di SMP Trunojoyo Cakru, Sabtu (38/8/21). (Foto: HbAr/jatimsatu.id)
Opening Pesantren Aswaja PMII INAIFAS Jember di SMP Trunojoyo Cakru, Sabtu (38/8/21). (Foto: HbAr/jatimsatu.id)

JEMBER, JATIMSATU.ID – Sebagaimana Nahdlatul Ulama (NU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang merupakan anak kandung dari organisasi yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy`ari juga menegaskan Aswaja sebagai nafas pergerakannya.

Dalam PMII, Aswaja dijadikan sebagai metode berpikir (manhaj al-fikr) dan metode bergerak (manhaj al-harakah). Pada sisi ini PMII menunjukkan anti taqlid, jumud, kaku dan dinamis membaca realitas-realitas persoalan yang terjadi di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisariat PMII INAIFAS Jember, Ahmad Bahrur Rozi Rifa’i, pada saat memberikan sambutan dalam acara Pesantren Aswaja bertempat di SMP Trunojoyo Cakru Kencong Jember, Jum’at (27/8/21).

Menurutnya untuk mewujudkan cita-cita PMII yakni terwujudnya kader Ulul Albab, dalam proses pembentukan jiwa kader, PMII erat dengan nilai intelektual dan religiusitas kader yang dibangun.

“Salah satunya, aswaja dijadikan sebagai sumber Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan sekaligus cara pandang atau metode berpikir PMII dalam menyikapi realitas historis yang dihadapinya yakni ketauhidan, hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminal alam,” tuturnya.

Sementara Majelis Pembina Komisariat, M. Nafiur Rofiq, M.Pd, mengatakan sebagai poros kaderisasi NU, PMII memiliki hubungan historis, sosiologis dan kultural dengan NU.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya NU juga telah bergerak dari kesadaran ini dengan menyatakan Aswaja sebagai Manhaj al-fikr.

Oleh karena itu, tambah Nafiur, PMII tidak hanya menjalankan dan memelihara tradisi yang baik, namun juga mencari tradisi (rumusan) yang lebih baik lagi.

“Sebagaimana yang sering digunakan NU dalam kaidah ushul fikihnya yang berbunyi Al-Muhafadzah Ala al-Qadimi ash-Shalih Wa al-Akhdzu Bi al-jadadi al Ashlah yakni memelihara yang lama dan mengambil yang baru yang lebih baik,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Fathu Fikron Mustofa berharap dengan adanya kegiatan ini, kader mampu mengaktualisasikan nilai-nilai aswaja sebagai metode berpikir dan bergerak serta menjadi ghiroh dalam menjawab problematika yang sedang terjadi saat ini.

“Dalam kegiatan ini ada 3 materi yang disampaikan diantaranya Ushuluddin oleh K.H Khoiruzzad Maddah, Aswaja Manhaj al-Fikr wal Harakah oleh M. Nur Wahid, S.Pd.I dan Hubungan PMII, NU dan Aswaja oleh Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd,” Jelas Fikron sebagai Ketua Panitia dari kegiatan itu.

Giat acara ini berlangsung dua selama hari 27-28 Agustus 2021. Diikuti oleh puluhan anggota dan kader PMII INAIFAS Jember dan juga peserta dari Eksternal Lembaga PMII Jember lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.