Peringatan Harlah Kampus UIJ Diwarnai Pelanggaran Prokes

  • Whatsapp

JEMBER, JATIMSATU.ID – Universitas Islam Jember (UIJ) secara resmi memperingati hari lahir (Harlah) ke-37 tahun. Peringatan tersebut digelar secara hybrid (Online dan Offline), di Aula Miftahul Ulum, Kampus I. Selasa (14/9/21) pagi beberapa waktu lalu.

Mirisnya dalam kegiatan Harlah tersebut, beberapa pihak menilai terdapat pelanggaran protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Terdapat sejumlah pejabat kampus hingga mahasiswa terlihat tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak sesuai protokol kesehatan,” ucap Bagaskara, Ketua Komisariat PMII UIJ kepada jatimsatu.id, Kamis (16/9/21).

Menurutnya pelanggaran prokes yang terjadi dalam kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi faktor baru adanya kluster baru di Kabupaten Jember.

Ia sangat menyayangka peringatan harlah yang seharusnya menjadi momentum sakral berdirinya UIJ, malah justru diwarnai dengan pelanggaran protokol kesehatan.

Menurutnya, kejadian yang terjadi dilembaga pendidikan ini, berbanding terbalik dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah saat ini.

“Pemerintah telah bersusah payah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Namun masih ada lembaga pendidikan yang justru abai terhadap himbauan pemerintah daerah, yaitu tetap mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Menurutnya hampir dua tahun pandemi COVID-19 meluluh lantahkan dunia. Bahkan pembelajar dari sekolah hingga perguruan tinggi harus dilakukan secara daring, semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona ini.

Diketahui bersama, saat ini pemerintah sudah mencoba melakukan pemulihan terhadap dunia pendidikan.

Dibuktikan dengan diperbolehkannya Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas diberbagai daerah, termasuk Kabupaten Jember.

“Memang Jember masuk pada PPKM level-1. Namun bukan kemudian kita seenaknya melanggar prokes,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bagas menegaskan tindakan dalam kegiatan peringatan harlah UIJ tersebut merupakan bagian dari tindakan amoral.

“Tidak beretika. Mengingat saat ini Indonesia belum terbebas 100 persen dari COVID-19,” paparnya.

Dikonfirmais terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara Harlah ke-37 UIJ, Muhammad Ilyasi, menyampaikan, pihanya sudah berupaya kepada seluruh peserta ataupun tamu undangan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Bahkan dirinya juga mengaku sudah memberikan arahan kepada panitia lain sebelum cara dilangsungkan.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan masih adanya oknum yang abai terhadap protokol kesehatan. Padahal seharusnya hal tersebut tidak dilakukan, terlebih acaranya disiarkan langsung melalui chanel youtube. Sehingga dapat membuat citra buruk terhadap universitas.

“Saya sangat menyayangkan terhadap beberapa peserta yang tidak disiplin prokes. Meskipun Jember sudah level satu kita wajib menaati prokes,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ilyasi juga mengaku bahwa dirinya lalai dalam melakukan pengawasan.

“Tadi saya kurang fokus terhadap teman teman yang tidak memakai masker. Karena saya fokus setting acara,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.