Mahasiswa KKN UNEJ Ikut Berikan Edukasi Pentingnya Vaksinasi

  • Whatsapp
Salah seorang peserta KKN ketika memberikan penjelasan kepada para warga terkait pentingnya vaksin.
Salah seorang peserta KKN dari Universitas Jember ketika memberikan penjelasan kepada para warga terkait pentingnya vaksin. (Foto: Rfq/Jatimsatu.id)

BONDOWOSO, JATIMSATU.ID – Pemerintah hingga saat ini terus menggalakan program vaksinasi. Tapi, ternyata masih ada sejumlah masyarakat yang takut bahkan menolak untuk divaksin.

Hal ini menjadi dasar bagi Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bondowoso untuk ikut membantu mensosialisasikan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan oleh Rifki, Mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan yang sedang melakukan KKN di desa Randu Cangkring, Kecamatan Pujer, Bondowoso.

Menurutnya, masyarakat sekitar tempat ia melakukan kegiatan akademik itu, masih banyak yang termakan Informasi-informasi palsu tentang vaksin yang beredar di masyarakat.

“Misalnya, vaksin membahayakan atau vaksin terbuat dari bahan-bahan yang haram dan lain sebagainya,” ujarnya.

Berangkat dari hal itu, pihaknya memiliki inisiatif untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Sehingga program nasional percepatan vaksinasi bisa segera dituntaskan.

“Kita memberikan pemahaman tentang informasi yang akurat seperti apa itu vaksin covid-19, Apakah kita perlu vaksin, dan seperti apa cara kerja vaksin,” jelasnya.

Untuk melakukan itu, Rifki mengaku memakai beberapa cara. Diantaranya melakukan sosialisasi melalui media elektronik dan media sosial, baik berupa poster ataupun tulisan lainnya.

Selain itu, untuk menjangkau secara langsung masyarakat yang enggan divaksin, pihaknya juga melakukan sosialisasi secara langsung kerumah-rumah warga.

“Sasarannya adalah tokoh yang berpengaruh di daerah tersebut,” katanya.

Ia berharap, dengan dilakukannya program itu, masyarakat bisa menyaring informasi yang beredar secara bebas di masyarakat.

Sehingga, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi merupakan tujuan utama dari program yang mereka jalankan.

“Target program ini sendiri adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi covid-19,” imbuhnya.

Dikatakan, berdasarkan Informasi yang ia dapatkan dari Pj kepala desa setempat, jumlah masyarakat yang mau atau sudah divaksin masih sangat minim.

Salah satu penyebab utamanya adalah karena sejumlah masyarakat masih termakan informasi hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, pihaknya juga berharap paska program yang ia jalankan itu. Masyarakat bisa oebih bijak dalam menggunakan media, terlebih media sosial yang bisa diakses oleh siapapun.

“Minimal kalau ada informasi yang tidak jelas, masyarakat tidak langsung share sana sini. Kemudian diharapkan masyarakat juga mampu memilah Informasi,” tandasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.