Khofifah: Madiun Sukses Produksi Porang Terbesar Nasional

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan Kemenko PMK, Kementan, dan Bupati Madiun bersama-sama memanen Porang di sebuah Desa di Kabupaten Madiun, Kamis (17/6/21).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan Kemenko PMK, Kementan, dan Bupati Madiun bersama-sama memanen Porang di sebuah Desa di Kabupaten Madiun, Kamis (17/6/21). (Foto: Istimewa)

MADIUN, JATIMSATU.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan Kabupaten Madiun menjadi sentra produksi porang terbesar Nasional.

Hal tersebut diungkapkannya setelah melakukan kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dan Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro ke Desa Klagon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (17/8/21) kemarin.

Kunjungan tersebut dalam rangka Gerakan Panen Porang bersama-sama.

“Dalam beberapa tahun kedepan, saya yakin Madiun tidak hanya dikenal sebagai kotanya Para Pendekar, tetapi juga menjadi sentra produksi porang terbesar nasional,” ungkap Khofifah.

Hingga saat ini, sejak dikembangkan pada 2018 silam, luasan lahan budidaya porang mencapai hampir 6.000 hektar dari sebelumnya yang cuma 500 hektar.

“Alasannya, karena porang terbukti membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Khofifah.

Menurutnya dari sisi kualitas, umbi porang asal Madiun pun terkenal jempolan dan menjadi komoditas ekspor unggulan.

“Jadi kalau kamu berminat jadi petani porang tapi masih awam, datang saja belajar ke Kabupaten Madiun,” pungkasnya.

Sementara Menteri Pertanian memuji Pemkab Madiun, karena telah bekerja dengan baik bersama masyarakat dalam meningkatkan mutu, kualitas, dan kuantitas porang sehingga dapat melakukan ekspor.

“Saya sudah dengar laporannya. Luar biasa Bapak Bupati kita. Teruskan dan jalankan dik. Tentu bersama Ibu Gubernur,” ungkap Yasin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.