Bupati Jember Tegas Tolak Tambang, Garda Bangsa Beri Apresiasi dan Ajak Komitmen Bangun Maritimnomics

  • Whatsapp

JEMBER, JATIMSATU.ID – Bupati Hendy Siswanto menegaskan diri menolak aktivitas tambang pasir di kawasan pantai selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Alasan penolakan tambang bukan tanpa dasar.

Bupati Hendy mengatakan, lebih memilih untuk memperkuat basis ekonomi maritim.

“Menurut saya, pasir besi kalau dieksplorasi kurang menarik. Kenapa tidak mengambil hasil laut saja. Hasil laut ini dikirimkan Gusti Allah. Ini istimewa. Kalau tanah pasir yang diambil kan tidak serta merta tanah itu datang lagi. Kalau terlalu dalam, jadi joglangan juga,” kata Hendy kepada awak wartawan beberapa waktu lalu.

“Jangan ditambang pasir itu. Kita butuh ikan, bukan butuh pasir. Ikan ini buat stunting. Kalau pasir dari dulu buat dunia,” tambahnya

Hendy menambahkan, akan memanggil seluruh pihak terkait untuk mengurai benang kusut konflik kepentingan di pesisir selatan Jember, dan untuk kelangsungan ekologi pesisir pantai.

“Kadang saya berpikir ini yang bodoh siapa. Jember punya stunting banyak (angka gizi buruk tinggi), tapi Jember juga punya laut. Ini kan lucu. Stunting itu obat mujarabnya adalah ikan. Tapi begitu ambil ikan, gegeran. Ini ada sesuatu yang harus kita benahi bersama-sama. Di pantai selatan banyak yang berkepentingan. Yang berkepentingan ini mau saya panggil semua,” katanya.

Menanggapi hal ini, Ketua DKC Garda Bangsa Jember, yang merupakan sayap Kepemudaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) turut mengapresiasi dan komitmen mengawal janji Bupati untuk kelestarian lingkungan hidup dan perbaikan kesejahteraan nelayan.

“Komitmen Bupati Jember Hendy Siswanto untuk menolak pertambangan pasir besi di Paseban dan Janji politiknya untuk mengerjakan Blueprint Maritimnomics di kawasan pesisir pantai selatan Jember patut kita apresiasi dan kawal bersama,” terang Adil Satria Putra.

“Namun tentu Pernyataan sikap harus disertai dengan kerja-kerja yang presisi, problem Nelayan kita dari dulu masih sama seperti kelangkaan solar, kehadiran tengkulak yang mencekik, fluktuasi harga ikan yang belum terkendali, dan keringnya inovasi pemasaran,” katanya.

“Jika Bupati serius ingin menggenjot kesejahteraan nelayan dan menaikkan geliat ekonomi maritim Jember, ayo kita gali inovasi bersama seperti contohnya inovasi nelayan Jakarta dalam melahirkan sentra kuliner makanan laut di muara angke,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.