Batu Reformasi 98 Menggelinding Turun, Savic Ali: Tugas Generasi Muda Dorong Lagi ke Atas

  • Whatsapp
Gambar ilustrasi Savic Ali: Media-Media Garis Keras Punya Semangat Mengimpor Konflik Foto: REMOTIVI/Steven Handoko
Savic Ali (Foto: REMOTIVI/Steven Handoko)

Preposisi, Surabaya — Founder Islami.co Mohamad Syafi’ Alielha atau akrab disapa Savic Ali mengutip mitos Sisifus dalam esai filsafat karya Albert Camus untuk menjelaskan perjalanan sejarah reformasi 98, Jumat (06/11/2020).

“Life is absurd. The fate of humans is much like that of King Sisyphus, who was condemned by Zeus to endlessly push a rock up to hill, only to watch it roll back down again. —Camus,” dikutip dari Twitter @savicali.

“Hidup itu tidak masuk akal. Nasib manusia sangat mirip dengan Raja Sisyphus, yang dikutuk oleh Zeus untuk mendorong batu tanpa henti ke atas bukit, hanya untuk melihatnya berguling kembali. —Camus “terjemahanya.

Aktivis reformasi 98 itu menyebutkan bahwa usia Reformasi 98 sudah lewat dari 22 tahun. Ia tidak mengherankan jika spirit reformasi mulai menurun, oleh karenanya generasi muda yang harus mendorong kembali spirit reformasi 98.

“Batu reformasi 98 yg diangkut bersama-sama sdh lewat 22 tahun, jd tak heran jika skr batu itu menggelinding turun. Tugas generasi baru untuk mendorongnya lagi ke atas, meski kelak pada titik tertentu jg anjlok lagi. Yg perlu diupayakan agar turunnya tidak melebihi zaman sblmnya.”

Ia juga menjelaskan bahwa sejarah itu tidak pernah linier. Menurutnya di akhir abad 20 peradaban tampak terang dengan inovasi teknologi. Namun, ia menyatakan di awal abad 21 ini penuh dengan kegelapan.

“Sejarah tak pernah linear. Mrk yg demikian mudah kecewa oleh laju sejarah tanpa disadari berpandangan bhw sejarah (mestinya) linear. Akhir abad 20 peradaban tampak terang oleh inovasi teknologi dan semangat keterbukaan dunia yg borderless, tp awal abad 21 dinaungi mendung gelap,” imbuhnya.

Pos terkait