Aliansi Kader HMI Cabang Bonsi Nyatakan Mosi Tidak Pecaya Terhadap Ketua Umum HMI Cabang Bondowoso-Situbondo

Foto/Jatimsatu

Jatimsatu.id – Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bondowoso-Situbondo Periode 2021-2022 telah memasuki 1 Tahun Kepengurusan. Dilantik pada 12 September 2021 , sampai hari ini Pengurus Cabang HMI Bondowoso-Situbondo tidak kunjung melakukan kaderisasi yang merupakan ruh organisasi.

“Mereka tidak melaksanakan program-program yang telah ditetapkan dalam rekomendasi Konfercab Ke-II,” ucap salah satu anggota Aliansi Kader HMI Bonsi yang tidak mau disebut namanya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diadakan HMI Cabang Bondowoso-Situbondo, Ia menilai, lebih bersifat simbolik dan formalistik dari pada substansial. Bahkan, Dia menambahkan,¬† dalam beberapa momentum, Ketua Umum HMI Cabang Bondowoso-Situbondo, Moh Syeh Zainul Hali¬† memanfaatkan organisasi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. “Ini sungguh sangat miris,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, di bawah kepemimpinan Moh Syeh Zainul Hali, jurang konflik antar komisariat semakin lebar, terutama antara komisariat di Kab. Bondowoso dan Kab. Situbondo.

Tak hanya itu, Pengurus Cabang Organisasi Hijau Hitam ini juga tidak pernah melakukan kegiatan kaderisasi. “Makanya usul kita segera turun atau undur diri dan laksanakan Konfercab” Tegasnya.

Menyikapi persoalan yang akut tersebut, Aliansi Kader HMI Cabang Bondowoso-Situbondo menyatakan sikap:

1. Menyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Ketua Umum HMI Cabang Bondowoso-Situbondo Saudara Mo. Syeh Zainul Hali karena gagal dalam memimpin HMI Cabang Bondowoso-Situbondo menjadi lebih baik, terutama gagal dalam melaksanakan kaderisasi.

2. Mendesak pertanggungjawaban Ketua Umum HMI Cabang Bondowoso-Situbondo Saudara Mo. Syeh Zainul Hali atas perbuatan-perbuatannya yang mengatasnamakan organisasi untuk meraup kepentingan pribadi/kelompoknya.

3. Mendesak Ketua Umum HMI Cabang Bondowoso-Situbondo Saudara Mo. Syeh Zainul Hali untuk segera melaksanakan Konfercab dalam waktu dekat karena masa kepengurusan yang sudah habis. Jika tidak bisa melaksanakan dalam waktu dekat, maka mengundurkan diri adalah jalan terakhir.

Pos terkait